Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gempa dangkal masih menjadi karakteristik utama kegempaan di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso mengatakan, selain 429 gempa dangkal, BMKG mencatat 127 gempa dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Sementara satu kejadian lainnya tergolong gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
"Selain 429 gempa dangkal, BMKG juga mencatat 127 gempa menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer serta satu gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer," kata Ricko, Minggu (4/10/2026).
Menurut Ricko, kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Jawa Timur yang berada di kawasan tektonik aktif. Aktivitas kegempaan dipengaruhi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta pergerakan sejumlah patahan aktif di daratan.
Aktivitas Gempa Tidak Merata
Catatan BMKG juga menunjukkan bahwa frekuensi kejadian gempa berubah-ubah sepanjang September. Aktivitas tertinggi tercatat pada 3 September 2026 dengan 29 kejadian gempa dalam sehari.
Sebaliknya, jumlah terendah terjadi pada 19 September dengan sembilan kejadian.
Variasi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas seismik tidak berlangsung dengan intensitas yang sama setiap hari. Namun, banyaknya kejadian gempa yang tercatat menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur berada di wilayah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi.
BMKG menyebut kondisi kegempaan tersebut merupakan bagian dari dinamika alam Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi gempa bumi. Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan saat gempa, kondisi bangunan, serta akses terhadap informasi resmi menjadi hal yang perlu diperhatikan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi mengenai gempa bumi melalui kanal resmi. Langkah tersebut penting untuk mencegah masyarakat menerima atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bagi Jawa Timur, data kegempaan September bukan sekadar catatan statistik. Tingginya dominasi gempa dangkal menunjukkan bahwa pemantauan aktivitas seismik dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko bencana di wilayah yang secara geologi memang aktif.


▶
▶
▶
▶
▶






Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR