Narative.id Jawa Timur · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Perempuan di Madiun Tewas Tertabrak KA Sancaka, Polisi Dalami Dugaan Pemicu

Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun asal Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, tewas tertabrak KA Sancaka di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kamis (29/10/2026). Polisi menyelidiki kronologi kejadian dan mendalami dugaan faktor pemicu berdasarkan keterangan warga. Jenazah korban dibawa ke RSUD Caruban untuk menjalani autopsi.
Petugas melakukan penanganan setelah seorang perempuan tewas tertabrak KA Sancaka di jalur rel Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (29/10/2026).
Petugas melakukan penanganan setelah seorang perempuan tewas tertabrak KA Sancaka di jalur rel Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (29/10/2026). · Foto: Dok. Polres Madiun

NARATIVE.ID Madiun, – Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun ditemukan tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Sancaka di jalur rel Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk dugaan korban sengaja mengakhiri hidupnya.

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Setelah kejadian, jenazah dibawa ke RSUD Caruban untuk menjalani autopsi guna mendukung proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, identitas awal korban diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun petugas.

"Untuk korban wanita usia sekitar 30 tahun warga Kecamatan Pilangkenceng," ujar Agung saat dikonfirmasi Kamis (29/10/2026).

Menurut Agung, sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut korban beberapa kali terlihat mondar-mandir menggunakan sepeda motor. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang dihimpun polisi untuk mengungkap kronologi kejadian.

"Info dari warga korban sering mondar-mandir di sekitar lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Saat ini jenazah kita bawa ke RSUD Caruban untuk dilakukan autopsi," ungkapnya.

Polisi juga menerima keterangan warga yang menduga korban mengalami depresi. Namun, dugaan tersebut masih perlu disikapi secara hati-hati dan tidak dapat langsung dianggap sebagai penyebab pasti peristiwa tersebut.

Agung menyebut korban diketahui telah menikah sekitar tiga tahun lalu dan memiliki seorang anak. Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, korban diduga mengalami tekanan karena persoalan pendidikan yang belum terselesaikan setelah menikah.

"Infonya menikah sudah tiga tahun lalu dan depresi karena kuliah terganggu hingga belum selesai," tandas Agung.

Hingga kini, keterangan mengenai kondisi psikologis korban dan dugaan motif kejadian masih bersumber dari informasi awal yang dihimpun petugas. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta faktor yang melatarbelakanginya.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Jawa Timur

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT