Target itu disampaikan Khofifah dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2026). Dia menegaskan, penurunan kemiskinan ekstrem harus diikuti pemerataan kesejahteraan hingga tingkat desa.
“Berdasarkan data per Maret 2026, kemiskinan ekstrem di Jatim menurun menjadi 0,29 persen. Kerja keras ini harus kita teruskan sampai nol persen. Seluruh orkestrasi pembangunan ini kita jadikan desa sebagai episentrumnya,” kata Khofifah.
Khofifah menyebut capaian tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan melalui program Nawa Bhakti Satya periode 2025-2029. Program itu, menurutnya, menjadi pedoman untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus mendorong transformasi di berbagai sektor.
Namun, target penghapusan kemiskinan ekstrem membutuhkan upaya berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memastikan program pembangunan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok rentan yang masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi dan layanan dasar.
Desa Jadi Tumpuan Pemerataan Ekonomi
Dalam pidatonya, Khofifah menempatkan desa sebagai pusat pembangunan. Pemprov Jatim, kata dia, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan perluasan desa devisa.
Khofifah menyebut Jawa Timur telah memiliki 4.716 desa mandiri. Pengembangan potensi lokal diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperluas akses produk desa ke pasar internasional.
“Hari ini Jatim mempunyai 4.716 desa mandiri melalui BUMDes dan perluasan desa devisa. Kita ingin membuktikan bahwa potensi lokal bisa naik ke panggung global,” ujarnya.
Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk memperluas pemerataan kesejahteraan. Meski demikian, capaian tersebut perlu dilihat bersama indikator lain, termasuk peningkatan pendapatan warga, kesempatan kerja, serta akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Pengangguran Jatim Disebut Turun Jadi 3,42 Persen
Selain kemiskinan, Khofifah memaparkan perkembangan sektor ketenagakerjaan. Dia menyebut tingkat pengangguran di Jawa Timur berada di angka 3,42 persen pada Mei 2026.
“Pada Mei 2026, tingkat pengangguran di Jawa Timur berhasil kita tekan sampai 3,42 persen, sebuah pencapaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita,” katanya.
Di sektor transportasi, Pemprov Jatim juga melanjutkan pengembangan layanan Trans Jatim. Khofifah menyebut layanan tersebut telah beroperasi di delapan koridor, dengan rencana penambahan layanan di kawasan Malang Raya pada 30 Oktober 2026.
“Hari ini Trans Jatim telah mengaspal di delapan koridor. Tujuh melayani denyut nadi di Gerbangkertosusila dan insyaallah 30 Oktober 2026 nanti bertambah lagi di Malang Raya,” tuturnya.
Perluasan transportasi publik tersebut diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kehadiran layanan baru juga menjadi salah satu aspek pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam menunjang perjalanan menuju tempat kerja maupun pusat kegiatan ekonomi.
Pertanian Jadi Andalan Jawa Timur
Di sektor pertanian, Khofifah menyebut produksi gabah kering giling (GKG) Jawa Timur pada 2025 menjadi yang tertinggi selama periode 2020-2025.
Dia juga menyampaikan bahwa produksi susu, daging, telur, jagung, hingga perikanan Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional.
“Sepanjang tahun 2025, Bumi Jatim berhasil mempersembahkan produksi gabah kering giling tertinggi sejak 2020. Produksi susu, daging, telur, jagung, hingga perikanan kita sukses menduduki peringkat pertama nasional,” ujarnya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Pemprov Jatim akan memperkuat sektor pertanian melalui program Jatim Agro Hub. Program itu diharapkan mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat rantai ekonomi sektor pangan.
Khofifah menegaskan pembangunan Jawa Timur harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Nawa Bhakti Satya disebut menjadi pedoman untuk menjalankan arah pembangunan tersebut.
“Kami mengharapkan penguatan daya saing dan transformasi di berbagai sektor dengan mempertimbangkan sektor ekonomi dan lingkungan. Nawa Bhakti Satya menjadi patokannya,” katanya.
Penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0,29 persen merupakan salah satu indikator yang disampaikan dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur. Tantangan berikutnya adalah memastikan capaian pembangunan tersebut diikuti peningkatan kesejahteraan yang merata, sehingga target nol persen kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan.


▶
▶
▶
▶
▶
▶





Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan
Narative.id Jawa Timur · Kebijakan & Politik

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR