NARATIVE.ID Tulungagung, – Iklan lowongan pekerjaan di media sosial nyaris membawa seorang warga Tulungagung ke Rusia untuk menjadi tentara bayaran. Tawaran gaji Rp 40 juta per bulan dan bonus kontrak Rp 400 juta membuat pria berinisial SA (36) sempat tertarik mengikuti perekrutan tersebut.
Beruntung, rencana keberangkatan itu urung dilakukan setelah SA mulai meragukan janji pihak perekrut. Ia kemudian meminta perlindungan kepada petugas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga akhirnya dipulangkan ke Tulungagung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, membenarkan pemulangan warga yang berdomisili di Kecamatan Kedungwaru tersebut.
"Saya menerima kabar pemulangan dari media sosial. Kemudian kami kroscek ke Kementerian P2MI ternyata benar," kata Candra, Rabu (4/11/2026).
Candra menjelaskan, awalnya SA menemukan iklan perekrutan tentara bayaran untuk penempatan di Rusia melalui media sosial. Dalam penawaran tersebut, calon pekerja dijanjikan gaji Rp 40 juta per bulan dengan nilai kontrak mencapai Rp 400 juta.
Masa kontrak disebut berlangsung selama satu tahun dan bisa diperpanjang. Tertarik dengan tawaran itu, SA kemudian menghubungi narahubung yang tercantum dalam iklan.
Dalam prosesnya, SA diminta mengurus sendiri dokumen perjalanan, termasuk paspor dan visa. Namun, tujuan perjalanan yang dicantumkan dalam dokumen justru Turki, bukan Rusia.
"SA ini diminta untuk mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan Turki. Sepertinya ini untuk mengelabuhi petugas agar tidak curiga," ujar Candra.
Setelah seluruh dokumen selesai, SA menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Rencananya, ia akan terbang ke Turki dan dijemput oleh agensi yang melakukan perekrutan.
Namun, sebelum penerbangan, SA kembali menghubungi pihak perekrut untuk meminta kejelasan mengenai bonus kontrak Rp 400 juta yang dijanjikan dalam iklan.
Jawaban yang diterima tidak sesuai dengan harapannya. Pihak perekrut disebut tidak memenuhi janji pemberian bonus tersebut. Kondisi itu membuat SA mulai curiga dan memutuskan membatalkan keberangkatannya.
"Ternyata narahubung itu tidak memenuhi uang bonus yang dijanjikan dalam iklan. Nah, akhirnya SA ini mulai ragu dan memilih membatalkan penerbangan," imbuhnya.
SA kemudian meminta perlindungan kepada petugas KP2MI. Setelah menerima laporan tersebut, petugas memfasilitasi pemulangannya ke rumah mertuanya di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Candra mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan SA setelah kepulangannya. Kondisinya dilaporkan dalam keadaan baik.
"Petugas kami sudah bertemu dengan SA di Kedungwaru. Untuk kondisinya baik-baik saja," katanya.
Candra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan luar negeri melalui media sosial, terlebih jika proses perekrutan, perusahaan, dan jenis pekerjaannya tidak jelas.
Menurutnya, menjadi tentara bayaran di negara lain bukan pekerjaan migran biasa. Selain memiliki risiko keselamatan yang tinggi, keterlibatan dalam dinas militer negara asing juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan kewarganegaraan.
"Selain berisiko tinggi juga menyangkut status kewarganegaraan. Kalau menjadi tentara di negara lain bisa kehilangan status sebagai WNI," jelasnya.
Ia menegaskan calon pekerja migran Indonesia harus mengikuti prosedur penempatan resmi, bekerja di negara tujuan sesuai ketentuan pemerintah, serta memastikan pekerjaan yang ditawarkan memiliki legalitas.
"Jenis pekerjaannya juga legal," imbuhnya.
Candra juga mengkhawatirkan perekrutan tenaga kerja melalui jalur tidak resmi berpotensi menyeret masyarakat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kasus SA menjadi peringatan bahwa tawaran gaji besar dan bonus menggiurkan di media sosial tidak selalu menjamin keamanan pekerjaan. Masyarakat diminta memastikan identitas perekrut, legalitas perusahaan, kontrak kerja, serta prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja ke luar negeri.


▶
▶
▶
▶
▶



Narative.id Pemalang · Pendidikan
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Tengah · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Tengah · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Tengah · Kesehatan
NARATIVE.ID · Kebijakan & Politik

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR