Narative.id Jawa Timur · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Ekonomi & Usaha

Gus Ipul Resmikan KDMP di Lamongan, Penyaluran Bansos Dimulai Bertahap

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meresmikan KDMP Desa Sidorejo, Lamongan, yang mulai mendukung penyaluran bansos secara bertahap. Namun, penguatan stok sembako, tata kelola koperasi, dan pemasaran produk lokal masih diperlukan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meresmikan dan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Kamis (15/10/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meresmikan dan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Kamis (15/10/2026). · Foto: Dok. Istimewa/ Narative
NARATIVE.ID, Lamongan, – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, mulai diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos). Namun, penguatan stok barang dan pembenahan tata kelola masih menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan agar manfaat koperasi bisa dirasakan lebih luas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meresmikan KDMP Sidorejo pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kesiapan operasional koperasi yang telah memiliki manajer, pegawai, serta sejumlah fasilitas penunjang.

Gus Ipul menyebut penyaluran bansos dan subsidi sosial melalui KDMP akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari koperasi yang telah beroperasi. Di KDMP Sidorejo, penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat mulai dilakukan dengan disaksikan perwakilan Bank Negara Indonesia (BNI).

“Ke depan, kita harapkan semakin sempurna dan semakin baik, baik dari sisi tata kelola maupun sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara utuh manfaat dari hadirnya Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Gus Ipul.

Pemerintah berharap KDMP dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Koperasi juga diproyeksikan menyediakan berbagai komoditas, mulai sembako, Minyakita, pupuk, hingga LPG 3 kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.

Stok sembako masih perlu diperkuat
Di tengah harapan tersebut, ketersediaan barang menjadi salah satu tantangan operasional KDMP Sidorejo. Manajer KDMP Sidorejo, Revindi, mengatakan sejumlah produk yang dijual koperasi mulai diminati masyarakat karena harganya dinilai lebih murah dibandingkan di pasaran.

Lokasi koperasi yang berdekatan dengan sekolah juga membuat produk makanan ringan cukup diminati kalangan siswa.

“Ke depan, lebih dioptimalkan lagi untuk barang sembako supaya pengirimannya lebih cepat dan barangnya tersedia,” kata Revindi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan layanan koperasi tidak hanya bergantung pada keberadaan bangunan dan pengelola, tetapi juga kelancaran pasokan barang yang dibutuhkan masyarakat.

Jika stok tidak tersedia secara konsisten, tujuan mendekatkan kebutuhan pokok kepada warga berpotensi belum berjalan optimal. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dalam pendampingan pengelola, pemenuhan kebutuhan operasional, dan pengawasan pelayanan menjadi bagian penting dalam pengembangan KDMP.

Berpeluang menjadi pasar produk lokal
Selain menjual kebutuhan sehari-hari dan mendukung penyaluran bansos, KDMP Sidorejo berpeluang menjadi tempat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian lokal, termasuk gabah.

Meski demikian, mekanisme pemasaran hasil pertanian melalui Agrinas masih perlu dipahami lebih lanjut oleh pengelola koperasi.

Pengembangan fungsi tersebut dapat memperluas peran KDMP, tidak hanya sebagai tempat belanja warga, tetapi juga sebagai jalur pemasaran produk lokal. Namun, hal itu membutuhkan kejelasan mekanisme distribusi, kesinambungan pasokan, serta pengelolaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, perkembangan KDMP Sidorejo akan ditentukan oleh pelaksanaan program di lapangan. Penyaluran bansos secara bertahap, ketersediaan barang, keterjangkauan harga, dan terbukanya akses pasar bagi produk lokal menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk mengukur manfaat koperasi bagi warga desa.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Jawa Timur

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT