Penggantian armada ini menjadi salah satu upaya meningkatkan daya tampung penumpang tanpa membuka rute baru. Dishub memilih mempertahankan jalur TIJ-Lakarsantri, sementara kendaraan lama dialihkan untuk mendukung layanan pada rute berbeda.
Kepala UPTD terkait di Dishub Surabaya, Eny Fajarsari, mengatakan mikrobus baru memiliki kapasitas 16 penumpang. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan armada Grandmax sebelumnya yang hanya mampu mengangkut 10 penumpang.
"Armada baru tersebut akan melayani rute TIJ-Lakarsantri yang saat ini dilayani Grandmax. Kapasitas Grandmax adalah 10 penumpang, sedangkan kapasitas unit baru 16 penumpang," kata Eny kepada Narative.id, Minggu (25/10/2026).
Dengan pergantian tersebut, kapasitas setiap kendaraan bertambah enam penumpang atau meningkat sekitar 60 persen. Penambahan daya angkut ini diharapkan membantu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pengguna angkutan umum di kawasan Lakarsantri dan sekitarnya.
Armada Lama Dialihkan ke Rute Lain
Dishub Surabaya tidak menghentikan pemanfaatan Grandmax yang sebelumnya melayani jalur TIJ-Lakarsantri. Kendaraan tersebut akan dialihkan ke rute Terminal Menanggal-Terminal Manukan.
"Unit sebelumnya akan dialihkan ke rute Terminal Menanggal-Terminal Manukan. Penggantian unit dilakukan, salah satunya untuk meningkatkan daya angkut penumpang pada rute tersebut," ujar Eny.
Skema ini membuat perubahan armada tidak hanya berfokus pada satu jalur. Selain meningkatkan kapasitas angkut di rute TIJ-Lakarsantri, pengalihan kendaraan lama juga ditujukan untuk mendukung operasional layanan di jalur lainnya.
Meski demikian, penambahan kapasitas kendaraan belum otomatis menjamin berkurangnya waktu tunggu penumpang. Kinerja layanan nantinya juga bergantung pada frekuensi perjalanan, ketepatan jadwal, dan kesesuaian jumlah armada dengan kebutuhan pengguna di setiap rute.
Bukan Toyota Hiace
Eny juga meluruskan anggapan bahwa kendaraan baru tersebut merupakan Toyota Hiace. Menurut dia, armada yang disiapkan adalah mikrobus jenis Grand Line, yang memiliki karakteristik serupa Grand Tour.
"Armada tersebut bukan Hiace, melainkan Grand Line, sejenis Grand Tour yang termasuk kategori mikrobus," jelasnya.
Pengoperasian 18 unit baru ini menjadi bagian dari penyesuaian armada transportasi publik di Surabaya. Tantangan berikutnya adalah memastikan kapasitas yang lebih besar benar-benar diikuti peningkatan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penumpang.
Evaluasi setelah armada beroperasi diperlukan untuk melihat apakah pergantian kendaraan mampu menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat. Indikatornya antara lain tingkat keterisian kendaraan, waktu tunggu, frekuensi perjalanan, serta kecukupan layanan pada rute TIJ-Lakarsantri maupun Terminal Menanggal-Terminal Manukan.


▶
▶
▶
▶
▶







NARATIVE.ID · Pendidikan
Narative.id Lumajang · Warga & Sosial
Narative.id Jawa Timur · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Tegal · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR