Peserta tampak kompak mengenakan kaus putih dan sarung batik. Perpaduan busana tersebut menghadirkan suasana semarak sekaligus menegaskan tradisi pesantren yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat modern.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan KH Syahrul Munir atau Gus Syahrul turut hadir dan memimpin rombongan peserta sebelum kegiatan dimulai.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam peringatan Hari Santri tahun ini. Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan mendorong kontribusi santri terhadap pembangunan daerah.
"Terima kasih semuanya, dan hari ini kita bersyukur sekalian dalam rangka hari puncak peringatan Hari Santri tahun 2026 ini. Mudah-mudahan semuanya memberi berkah kepada kita dan terus menuju kejayaan Lamongan yang berkelanjutan," ujar Yuhronur sebelum melepas rombongan peserta.
Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan semangat gotong royong dan kebersamaan sejalan dengan tema Hari Santri 2026, yakni Bersama Santri Membangun Negeri menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian HSN Dimulai Sejak September
Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan KH Syahrul Munir menjelaskan, Jalan Sehat Bersarung merupakan puncak rangkaian kegiatan Hari Santri yang telah diselenggarakan sejak September 2026.
Sebelumnya, PCNU Lamongan menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari Jelajah Santri hingga bakti sosial berupa pembagian bingkisan kepada masyarakat.
"Jalan sehat bersarung ini adalah puncak dari rangkaian Hari Santri Nasional yang sebelumnya kita awali sejak bulan September kemarin melalui Jelajah Santri hingga kegiatan bakti sosial pembagian bingkisan untuk masyarakat," kata Gus Syahrul.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta terlihat dari kehadiran warga yang tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan Lamongan, tetapi juga berbagai kecamatan. Peserta datang dari wilayah Babat hingga kawasan pantai utara (Pantura).
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.
Di balik kemeriahan kegiatan, penggunaan sarung batik juga membawa pesan pelestarian budaya. Sarung batik yang dikenakan pengurus dan sejumlah pejabat merupakan hasil desain kreatif kader Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU.
Pilihan busana tersebut menjadi penegasan bahwa tradisi santri tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki ruang dalam pelestarian seni dan budaya lokal.
PCNU Lamongan berharap peringatan Hari Santri dapat memperkuat persaudaraan warga NU sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat luas.
Momentum ini juga berkaitan dengan sejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menjadi salah satu tonggak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, serta semangat kepahlawanan yang diperingati setiap 10 November.
Melalui kegiatan tersebut, semangat santri diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam menjaga tradisi dan nilai keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial, penguatan persatuan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.


▶
▶
▶
▶
▶
▶



Narative.id Tegal · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR