Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk menjaga persaudaraan di tengah perbedaan dan bijak memanfaatkan ruang digital.
Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Dalam amanat tersebut, Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk menerjemahkan semangat persatuan ke dalam tindakan nyata.
“Semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi membumi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Jatim.
Amanat Menpora menyoroti bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, semangat pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
Tiga nilai yang diangkat dalam peringatan tahun ini, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati, diharapkan menjadi pedoman generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Patriotisme diwujudkan melalui tindakan nyata bagi bangsa dan negara. Kegigihan berarti tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, sedangkan empati tercermin dari kepedulian terhadap lingkungan dan kesediaan membantu masyarakat.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa kecintaan terhadap bangsa perlu berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.
“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam amanat tersebut.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa peran pemuda tidak hanya ditentukan oleh prestasi pribadi, tetapi juga kontribusi terhadap lingkungan sosial. Generasi muda didorong untuk berani bermimpi, bekerja keras, terus berkarya, dan terlibat dalam pembangunan tanpa kehilangan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Nilai patriotisme dan empati tersebut sejalan dengan semangat Jogo Omah yang digaungkan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Melalui semangat itu, masyarakat diajak membangun kepedulian terhadap keamanan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, kemudian lingkungan tempat tinggal, hingga Jawa Timur sebagai rumah bersama.
Bagi generasi muda, implementasinya dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti menjaga keharmonisan keluarga, merawat toleransi, menghormati perbedaan, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Polda Jatim juga menempatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Semangat Sumpah Pemuda dan Jogo Omah memiliki titik temu pada kesadaran bahwa keamanan dan masa depan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Selain kepedulian di lingkungan sekitar, penggunaan ruang digital secara bertanggung jawab menjadi salah satu perhatian dalam pesan peringatan tersebut.
Generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun konten provokatif yang berpotensi memicu konflik dan memecah persatuan.
Sebaliknya, media digital perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyebarkan gagasan, kreativitas, prestasi, dan informasi positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menyaring informasi dan menghormati perbedaan pendapat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial generasi muda.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim mengajak masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk merawat persatuan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian nyata.
Semangat “Jogo Omah, Jogo Lingkungan, Jogo Jawa Timur” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman, damai, dan kondusif.
Ikrar yang lahir pada 28 Oktober 1928 itu pun kembali mengingatkan bahwa persatuan harus terus dirawat lintas generasi. Tantangan zaman boleh berubah, tetapi tanggung jawab menjaga kebersamaan dan masa depan bangsa tetap menjadi tugas bersama.


▶
▶
▶
▶
▶
▶







Narative.id Pemalang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Hukum & Keamanan
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Tengah · Ekonomi & Usaha
Narative.id Brebes · Ekonomi & Usaha
Narative.id Brebes · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR