NARATIVE.ID Probolinggo, - Aktivitas vulkanik Gunung Bromo menjadi perhatian jajaran Kodim 0820 Probolinggo. Menyusul erupsi pada Kamis (5/11/2026), aparat TNI mulai memperkuat pemantauan dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas gunung api terhadap masyarakat maupun wisatawan.
Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama sejumlah perwira staf dan pihak terkait turun langsung ke Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Pemantauan tersebut dilakukan sehari setelah Gunung Bromo mengalami erupsi sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Jumat (6/11) siang, aktivitas vulkanik masih terpantau fluktuatif meski kondisinya disebut berangsur normal.
Langkah tersebut tidak hanya untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api, tetapi juga memastikan kesiapan personel apabila terjadi peningkatan aktivitas yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan pengunjung kawasan wisata Bromo.
Ribut mengatakan, informasi terkini dari Pos Pengamatan Gunung Api menjadi salah satu dasar bagi jajaran Kodim dalam menentukan langkah antisipasi serta kesiapan personel di lapangan.
Menurutnya, pembaruan informasi dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi keadaan darurat.
"Diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, TNBTS serta instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak erupsi," kata Ribut, Sabtu (7/11/2026).
Dia menegaskan, kesiapan personel harus menjadi perhatian agar setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika situasi darurat terjadi.
"Jangan sampai ketika terjadi sesuatu personel justru belum siap. Karena itu seluruh unsur harus mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing," ujarnya.
Selain kesiapan aparat, Kodim Probolinggo juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha pariwisata agar tidak mengabaikan potensi bahaya aktivitas vulkanik.
Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi dan ketentuan zona aman yang ditetapkan instansi berwenang.
Ribut berharap koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan di lapangan dapat meminimalkan risiko apabila aktivitas Gunung Bromo kembali meningkat.
Di tengah aktivitas pariwisata yang tetap menjadi perhatian di kawasan Bromo, keselamatan masyarakat dan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api perlu menjadi acuan sebelum masyarakat maupun wisatawan melakukan aktivitas di kawasan tersebut.


▶
▶
▶
▶
▶







Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Kebijakan & Politik

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR