Narative.id Jawa Timur · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Wisata, Kuliner & Budaya

Tanean Lanjhang Madura Bertahan di Tengah Modernisasi, Ruang Keluarga yang Menjaga Kekerabatan

Tanean Lanjhang merupakan pola permukiman tradisional khas Madura yang terdiri atas sejumlah rumah dengan halaman memanjang sebagai ruang bersama keluarga besar. Lebih dari sekadar tempat tinggal, pola ini mencerminkan nilai kekerabatan, gotong royong, dan kebersamaan antargenerasi. Di tengah modernisasi dan meningkatnya kebutuhan privasi, pelestarian Tanean Lanjhang menjadi tantangan agar warisan budaya serta nilai sosial yang terkandung di dalamnya tetap dikenal oleh generasi muda.
Tanean Lanjhang, permukiman tradisional khas Madura yang mencerminkan nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan antargenerasi.
Tanean Lanjhang, permukiman tradisional khas Madura yang mencerminkan nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan antargenerasi. · Foto: Rivorma.com

NARATIVE.ID, MADURA — Di tengah perubahan gaya hidup dan kebutuhan hunian yang semakin mengutamakan privasi, Tanean Lanjhang masih menjadi salah satu warisan ruang hidup masyarakat Madura yang menyimpan nilai kekerabatan, kebersamaan, dan kehidupan sosial keluarga.

Tanean Lanjhang secara harfiah berarti “halaman panjang”. Pola permukiman ini terdiri atas sejumlah rumah keluarga yang tersusun dalam satu kawasan dengan halaman memanjang sebagai ruang bersama.

Bukan sekadar bentuk arsitektur, susunan tersebut menunjukkan cara masyarakat Madura membangun hubungan antargenerasi melalui ruang tempat tinggal.

Penelitian Yetti Hidayatillah berjudul Komparasi Nilai Kekerabatan Tanèyan Lanjháng Masyarakat Madura menyebut pola permukiman Tanean Lanjhang menjadi manifestasi hubungan kekerabatan, persaudaraan, dan solidaritas keluarga, baik melalui hubungan darah maupun perkawinan.

Dalam pola tersebut, rumah utama, rumah anggota keluarga, dapur, kandang, langgar atau musala, hingga sumur menjadi bagian dari satu kesatuan ruang kehidupan.

Halaman Menjadi Ruang Bersama

Halaman panjang yang berada di antara deretan rumah menjadi pusat aktivitas keluarga.

Di ruang tersebut, anggota keluarga dapat berinteraksi, menerima tamu, menggelar kegiatan keluarga, hingga menjalankan aktivitas sosial sehari-hari.

Penempatan rumah juga berkaitan dengan struktur keluarga. Rumah generasi berikutnya umumnya berkembang di sekitar rumah keluarga sebelumnya sehingga beberapa generasi tetap berada dalam satu lingkungan.

Pola tersebut membuat kedekatan keluarga tidak hanya terbentuk melalui hubungan darah, tetapi juga melalui kebiasaan hidup dan aktivitas bersama.

Langgar dan Kehidupan Keluarga

Selain rumah dan halaman, langgar atau musala merupakan salah satu unsur penting dalam banyak kompleks Tanean Lanjhang.

Bangunan tersebut digunakan untuk beribadah, belajar mengaji, serta menjalankan berbagai aktivitas keagamaan keluarga.

Kehadiran langgar menunjukkan bahwa kehidupan sosial dan kekerabatan dalam Tanean Lanjhang juga berhubungan erat dengan nilai religius masyarakat Madura.

Penelitian mengenai karakteristik ruang Tanean Lanjhang di Bangkalan mencatat langgar, rumah utama, rumah keluarga, dapur, kandang, dan halaman sebagai unsur yang umum ditemukan dalam pola permukiman tersebut.

Berubah Mengikuti Zaman

Tanean Lanjhang kini menghadapi perubahan seiring perkembangan kebutuhan masyarakat.

Penelitian mengenai transformasi arsitektur Tanean Lanjhang di Bangkalan menunjukkan perubahan terjadi pada bentuk bangunan, tata ruang, hingga fungsi sejumlah bagian permukiman.

Perubahan ekonomi, kebutuhan privasi, keterbatasan lahan, serta perkembangan arsitektur modern ikut memengaruhi pilihan masyarakat dalam membangun tempat tinggal.

Meski demikian, perubahan bentuk fisik tidak selalu menghilangkan nilai dasar Tanean Lanjhang.

Nilai solidaritas keluarga, kedekatan antaranggota keluarga, serta kehidupan komunal masih dapat bertahan meskipun bentuk rumah mengalami penyesuaian.

Pelestarian Tak Cukup Menjaga Bangunan

Sejumlah kajian juga menyoroti berkurangnya bentuk Tanean Lanjhang tradisional akibat modernisasi.

Karena itu, pelestarian tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan rumah atau kompleks lama, tetapi juga mendokumentasikan tata ruang, sejarah keluarga, tradisi, serta nilai sosial yang berada di baliknya.

Pengenalan kepada generasi muda menjadi penting agar Tanean Lanjhang tidak hanya dikenal sebagai bentuk rumah tradisional, tetapi dipahami sebagai cara masyarakat Madura membangun hubungan keluarga melalui ruang hidup.

Di tengah kecenderungan keluarga modern untuk tinggal lebih terpisah, Tanean Lanjhang menunjukkan bahwa arsitektur tradisional pernah dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga untuk menjaga kedekatan antargenerasi.

Tantangan ke depan bukan sekadar mempertahankan bentuk fisiknya, tetapi bagaimana nilai kebersamaan dan solidaritas keluarga tetap dapat diwariskan ketika pola kehidupan masyarakat terus berubah.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Jawa Timur

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT